Bey Machmudin Dorong Jasa Sarana Percepat Proyek Rapid Transit

 


Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, telah memberikan arahan yang kuat kepada PT Jasa Sarana, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), untuk mempercepat pelaksanaan tiga proyek infrastruktur yang menjadi fokus utama pemerintah provinsi.

Dalam pengarahannya yang disampaikan di Gedung Sate pada Selasa (4/6/2024), Bey Machmudin menyoroti urgensi dalam mengelola Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo di Kabupaten Bogor, pengelolaan Bus Rapid Transit (BRT), serta pembangunan Jalan Tambang di Parungpanjang, Bogor.

"Percayalah bahwa percepatan proyek-proyek ini tidak hanya penting bagi PT Jasa Sarana, tetapi juga untuk kemajuan infrastruktur dan pelayanan kepada masyarakat Jawa Barat," ujar Bey.

Selain meminta percepatan proyek, Bey Machmudin menekankan pentingnya efisiensi biaya untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan. Ia juga meminta PT Jasa Sarana untuk mendukung keberlanjutan usaha dengan menghasilkan pendapatan mulai tahun 2024.

"PT Jasa Sarana harus mengambil langkah-langkah praktis dan strategis untuk menyehatkan PT Jabar Laju Transindo," tegas Bey.

Dalam konteks ini, Bey memberikan apresiasi kepada Direktur Utama PT Jasa Sarana, Indrawan Sumantri, beserta seluruh jajaran atas dedikasi dan kerja kerasnya. Sementara itu, untuk memperkuat pengawasan, Bey menugaskan Dodit Ardian Pancapana, Kepala Dinas Kehutanan Jabar, sebagai komisaris PT Jasa Sarana.

Indrawan Sumantri, Direktur Utama PT Jasa Sarana, menyambut arahan tersebut dengan komitmen untuk meningkatkan kinerja perusahaan. "Kami akan bekerja keras untuk mencapai kemajuan yang signifikan dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Jawa Barat," ucapnya.

PT Jasa Sarana, yang didirikan berdasarkan Perda Nomor 26 Tahun 2001, memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat Jawa Barat di berbagai sektor, termasuk pengelolaan infrastruktur transportasi, energi, telekomunikasi, dan pengembangan kawasan.