Jelang Pilkada 2024, Dedi Mulyadi Fokus Tingkatkan Elektabilitas

 


Menjelang tahap pendaftaran calon peserta Pilkada Jawa Barat 2024, Dedi Mulyadi memfokuskan strateginya pada interaksi langsung dengan masyarakat. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu menyatakan dirinya menjadi satu-satunya kandidat yang akan diusung oleh partai politik yang dipimpin Prabowo Subianto, presiden terpilih 2024.

“Kalau di Gerindra sih, saya sudah tunggal ya. Saya calon gubernur Jabar, tinggal diputuskan. Nah, putusannya kan kita tahu ada Koalisi Indonesia Maju (KIM/koalisi parpol pengusung presiden-wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka). Jadi, hari ini diskusinya bukan di pencalonan gubernur, diskusinya di KIM,” ungkap Dedi.

Meskipun sebelumnya politisi Gerindra lain, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule, sempat disebut sebagai tokoh potensial, Dedi memastikan dirinya menjadi satu-satunya nama yang dipertimbangkan oleh partainya. Namun, perjalanan Dedi menuju pencalonan tidak sepenuhnya mulus. Mantan politisi Partai Golkar yang berpindah ke Gerindra pada akhir 2023 itu masih memiliki pekerjaan rumah untuk memenuhi syarat dari partai.

“Partai hanya meminta satu. Tingkatkan kepercayaan masyarakat pada Anda sehingga angka elektabilitas sampai 60 persen,” jelas Dedi.

Berdasarkan survei internal yang dilakukan, tingkat keterpilihan Dedi sebagai cagub Jabar mencapai 27 persen, berada di posisi kedua setelah mantan Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang memiliki elektabilitas 47 persen. Kendati tertinggal, Dedi optimistis karena tren elektabilitasnya terus naik dalam beberapa bulan terakhir.

Untuk mempertahankan tren kenaikan dan mencapai target yang ditetapkan Gerindra, Dedi meyakini bahwa pendekatan personal terhadap pemilih merupakan strategi krusial. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan karakter khas Dedi dalam menghadapi pesaing terkuatnya, yakni Ridwan Kamil, yang dikenal warga sebagai teknokrat dengan latar belakang pendidikan di Amerika Serikat.

Hingga saat ini, Dedi telah mengunjungi 2.100 desa dari total sekitar 5.900 desa di seluruh Jabar. Dalam setiap kunjungannya, anggota DPR periode 2019-2023 yang kembali terpilih sebagai anggota DPR 2024-2029 dari daerah pemilihan Jabar VII itu mengutamakan pendekatan kultural untuk menyerap aspirasi warga.

“Saya lebih banyak tampil di wayangan, lesehan bareng warga, jadi lebih banyak canda. (Walaupun) sekarang saya sudah mulai jarang pakai jas sama dasi. Kan, Indonesia itu aksesori banget masyarakatnya,” kata Dedi.

Dengan strategi ini, Dedi berharap dapat memenuhi target yang ditetapkan oleh partainya dan memperkuat posisinya sebagai calon gubernur Jawa Barat dalam Pilkada 2024.