Akhmad Wiyagus Bungkam Ditanya Soal Kasus Pembunuhan Vina

 


Kasus pembunuhan yang mengguncang Cirebon pada tahun 2016, yang melibatkan korban bernama Vina dan Eki, kembali menjadi pusat perhatian publik. Viralnya film "Vina: Sebelum 7 Hari" telah menghidupkan kembali ingatan akan tragedi tersebut, memicu tuntutan akan keadilan dan penyelesaian kasus.

Terkini, meskipun ada penangkapan terhadap Pegi Setiawan sebagai tersangka baru dalam kasus tersebut, Kapolda Jabar, Irjen Akhmad Wiyagus, menolak memberikan komentar atau menjawab pertanyaan seputar penanganan kasus tersebut. Sikap diam dari pihak kepolisian ini menimbulkan spekulasi dan pertanyaan dari publik akan kemajuan dan kejelasan dari penegakan hukum terkait kasus yang telah lama berkecamuk ini.

Upaya jurnalistik untuk mendapatkan klarifikasi dari Kapolda Jabar terkait kasus ini tidak berhasil. Ketika wartawan mencoba mengkonfirmasi kasus Vina Cirebon kepada Kapolda Jabar, mereka dihalangi oleh seorang pria yang meminta agar tidak melakukan wawancara. Para wartawan tidak mendapatkan jawaban apa pun dari Irjen Pol Akhmad Wiyagus, yang memilih untuk tetap bungkam.

Kasus ini semakin menarik perhatian publik dengan munculnya Pegi Setiawan sebagai tersangka baru. Pegi, yang berasal dari Desa Kepongpongan, Kabupaten Cirebon, diduga sebagai otak di balik pembunuhan yang telah memilukan ini. Namun, meskipun sudah ada penangkapan dan pengadilan terhadap beberapa tersangka lainnya pada tahun 2017, penanganan kasus ini terus berlanjut, menunjukkan betapa rumitnya dan seriusnya kasus ini bagi penegakan hukum.

Kehadiran Pegi Setiawan sebagai tersangka baru dan sikap diam dari pihak kepolisian memunculkan pertanyaan lebih lanjut mengenai kelanjutan penanganan kasus ini. Publik menantikan kejelasan dan transparansi dari pihak berwenang dalam membawa kasus ini menuju keadilan yang sesungguhnya.