by

Purwakarta Hujan Batu, Abdul Hadi : Ini Kelalaian!

Tragedi hujan batu raksasa yang terjadi di Purwakarta setidaknya merusak 7 rumah warga di Kampung Cihandeuleum Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang juga sebagai Sekretaris fraksi PKS, Abdul Hadi Wijaya angkat bicara terkait kejadian yang menimpa wilayah dapilnya. “Musibah ini jangan kita anggap sebagai bencana alam, tapi ini jelas kelalaian”,tegasnya.

Abdul Hadi menjelaskan bahwa hujan batu yang terjadi merupakan kesalahan prosedur dalam proses blasting yang dilakukan oleh pertambangan batu yang dilakukan PT Mandiri Mulia Sejahtera (MMS).

“Proses blasting, itu jaraknya dekat dengan perkampungan sekitar 58 KK, kemudian blasting ini kurang didasari oleh pemahaman geologi batu yang cukup. Padahal untuk proses blasting aturannya sangat ketat dan dikontrol oleh Kementrian Pertahanan dan Kementrian ESDM”, ucapnya.

Abdul Hadi juga menjelaskan informasi ini cepat sampai di publik dikarenakan media sosial yang meng-viral-kan sehingga pihak-pihak berwenang cepat menanggapi. Kasus ini pun juga sedang didalami oleh kepolisian dan kementrian ESDM.

“Saya setuju jika PT MMS ini izinnya dicabut dan dilakukan penelitian dan penyelidikan. Mereka juga harus berkewajiban melakukan proses ganti rugi terhadap semua kerugian warga sekitar”, pungkasnya

Abdul Hadi juga mengatakan bahwa evaluasi menyeluruh harus dilakukan, termasuk Pemprov Jabar yang memiliki kewenangan dalam izin tambang galian C. “Karena perizinan pertambangan galian C ini ada di tangan Gubernur, maka harus ada pengetatan dalam perizinan dan evaluasi agar tidak terjadi kejadian serupa dalam pertambangan di Jawa Barat”, tandasnya.