by

Genjot Layanan Digital, Bank BJB Siapkan Rp 800 Miliar

Bank BJB menyiapkan investasi sebesar Rp 800 miliar untuk meningkatkan layanan digital. Investasi tersebut akan digunakan secara bertahap dan sesuai kebutuhan selama lima tahun 2017-2022.

“Dari 2017 sampai sekarang (2019) investasi yang sudah digunakan sekitar Rp 250 miliar,” ujar Direktur IT Bank BJB, Rio Lanasier lewat telepon kepada Kantor Berita Ekspos jabar, Jumat (16/8).

Investasi miliaran tersebut digunakan untuk memperkuat infrastruktur digital yang dimiliki Bank BJB. Salah satu inovasi adalah pembaruan fasilitas layanan BJB Digi dengan menambahkan fitur QR Code.

Selain itu, pembaruan fasilitas ditambahkan ke halaman BJB dalam bentuk fitur chatbot. Tak hanya itu, inovasi juga dilakukan dalam layanan e-pajak Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Kerja sama PBB-P2 terkait dengan layanan pendapatan pajak di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. “Wajib Pajak hanya perlu memberikan nomor informasi objek pajak yang tercantum pada SPPT Wajib Pajak kepada teller untuk pembayaran di Bank BJB, Indomaret, Alfamart, dan PT Pos Indonesia,” ungkapnya.

Wajib Pajak juga dapat membayar melalui Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka. “Hingga saat ini, jumlah dana pendapatan PBB-P2 di Jawa Barat dan Banten yang dikumpulkan melalui Bank BJB 2018 adalah Rp 3,58 triliun dengan total transaksi 9,8 juta,” ujarnya.

Selama Juli 2019, jumlah pendapatan PBB-P2 di Banten Jawa Barat mencapai Rp 2,1 triliun atau tumbuh 78,4 persen year on year. “Berdasarkan data masih di bawah 50 persen dari target penerimaan UN-P2 tahun ini sebesar Rp 4,9 triliun,” imbuhnya.

Menurut Rio hal tersebut disebabkan kesadaran masyarakat yang dinilai masih rendah. “Masyarakat banyak yang membayar saat mendekati jatuh tempo. Biasanya dia bulan Agustus-September,” pungkasnya.