by

Tinjau TPPAS Nambo, Daddy: Kerja Sama 25 Tahun Dengan Korea

Untuk mengetahui perkembangan pembangunan Tempat Pengolahan dan Pengolahan Limbah Final Nambo (TPPAS), DPRD Jawa Barat melalui Komisi IV meninjau lokasi proyek Tambo Nambo yang berlokasi di Desa Lulut dan Nambo, Kabupaten Bogor.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat H.Daddy Rohanady mengatakan, berdasarkan hasil kunjungan Komisi IV ke Nambo TPPAS yang berlokasi di Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu, bahwa pengembangan TPPAS sedang berlangsung. Dan dijadwalkan bahwa TPPAS baru dapat beroperasi penuh pada Juni 2020.

“Pada April tahun depan (2020) akan ada persidangan. Selama periode ini, manajemen akan membebaskannya. Artinya, itu tidak dikenakan biaya tip,” kata Daddy, yang juga Sekretaris Barat. Fraksi DPRD Jawa Fraksi Gerindara, Minggu (12/5-2019).

Dikatakan, pembangunan dan pengoperasian TPPAS Nambo telah bekerja sama dengan perusahaan Korea selama 25 tahun. Hasil akhir dari pengolahan limbah adalah RDF (bahan bakar turunan yang ditolak). RDF yang diproduksi yang sudah dikontrak akan dibeli oleh pabrik semen tidak jauh dari lokasi TPPAS.

TPPAS, yang mencakup 55 hektar, terletak di Desa Lulut dan Nambo. Jadi, tidak aneh jika seseorang menyebutnya TPPAS LUNA (artinya LUlut-NAmbo). Kapasitas tersebut diharapkan untuk memproses dan memproses 1.600 ton limbah per hari.

Dengan kapasitas ini, TPPAS LUNA diharapkan dapat melayani sampah dari tiga daerah di Jawa Barat, yaitu Kota Depok, Kabupaten Bogor, dan Kota Bogor. Selain itu, layanan juga diharapkan disediakan untuk Tangerang.

TPPAS LUNA belum menerapkan teknologi tinggi mengingat banyak hal. Misalnya, dipengaruhi oleh input, output, dan biaya tip. Teknologi yang digunakan dapat dikategorikan sebagai yang terendah.
Ini sangat berbeda dengan teknologi yang diterapkan di beberapa negara, baik di Eropa maupun di Asia. Korea Selatan, misalnya, telah menerapkan teknologi tinggi. Biaya tip di Ginseng adalah sekitar satu juta rupiah per ton. Ini sebanding dengan tip beberapa sampah yang masuk ke LUNA TPPAS yang dalam kontrak hanya menguntungkan Rp. 125.000.

Selain itu, TPPAS LUNA diharapkan menjadi contoh pengelolaan sampah yang ideal di Jawa Barat.

“Semoga LUNA TPPAS dapat benar-benar menjadi proyek percontohan untuk pemrosesan dan pemrosesan akhir sampah di Jawa Barat. Kami sedang menunggu tanggal pertunjukan,” simpul perwakilan masyarakat dari Kabupaten pemilihan Kabupaten / Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu.