by

Pameran Hardiknas Disdik Jabar Ganggu Pelaksanaan UNBK

Pameran Pendidikan bertema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan” yang merupakan hasil kerjasama Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019 berlangsung di halaman kantor Disdik Jabar, Jalan Doktor Rajiman, Kota Bandung.

Acara yang berlangsung sejak 23 hingga 24 April 2019 ini, memunculkan polemik di seputaran Jalan Doktor Rajiman. Pasalnya, acara tersebut bukan hanya menggelar pameran buku saja tapi ada juga berbagai tarian dan suara dentuman musik keras menggelegar sehingga menggangu pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sekolah yang berada tepat di seberang kantor Disdik Jabar.

Ekslusif kepada Ekspos Jabar, pihak sekolah tersebut mengaku sangat terganggu, suara dentuman musik keras menggelegar sejak Selasa (23/4) pagi dinilai mengganggu pelaksanaan UNBK. Terkait itu, Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kristen Paulus Benyamin mengatakan dirinya sempat kaget dan tidak mengetahui jika ada acara yang akan berlangsung di halaman Disdik Jabar.

Benyamin menyebut tidak ada pemberitahuan akan adanya acara tersebut. “Saya kaget ga tau ada kegiatan, bahkan tidak ada informasi dari pihak Disdik kalau ada acara. Sampai hari ini juga dari Disdik sendiri belum memberikan surat edaran informasi ke SMP, ga tau kalau ke yayasan”, ujar Benyamin saat ditemui Ekpos Jabar disela aktivitasnya, Rabu (24/4).

Benyamin menambahkan, pihaknya tidak tahu alasan Disdik Jabar mengadakan acara pameran pendidikan tersebut, entah disengaja atau tidak waktunya bertepatan dengan pelaksanaan UNBK SMP dan Sekolah Dasar (SD). “Pada saat SMP dan SD melakukan UNBK, mereka malah melakukan kegiatan di halaman depan Disdik Jabar, untuk apa?,” ujarnya heran.

“Saya tidak tau ya alasannya, sedangkan anak-anak lagi ujian dan harus terus berjalan. Yang paling menghawatirkan itu hari selasa, soalnya mulai dari pagi. Saya bingung ada apa, saya pikir bel rusak, taunya ada acara,” imbuhnya.

Hal senada juga di ungkapkan Yeldi selaku Proktor SMP Kristen Paulus. Yeldi mengatakan, siswa sempat protes adanya acara yang berlangsung di Disdik Jabar tersebut. “Ada siswa yang nanya ke saya, ada acara apa pak? Kita lagi UNBK ni!. Saya bilang kurang tau. Karena saya juga tidak tau dan tidak mendapat informasi dari sekolah kalau ada acara apa di depan,” ungkap Yeldi.

Yeldi juga menambahkan, acara pertama dari Disdik Jabar tersebut berlangsung, bertepatan dengan UNBK mata pelajaran matematika dimana siswa membutuhkan suasana yang tenang agar dapat fokus lebih karena harus mengambil sebuah tindakan untuk mendapatkan hasil maksimal dalam UNBK tersebut.

Yeldi mengaku khawatir acara yang berlangsung di Disdik Jabar tersebut menganggu konsentrasi peserta UNBK. “Waktu hari selasa itu, pas pelajaran matematika, ditambah lagi ada keterlambatan ujian, jadi anak-anak sudah gelisah dari awal. Takutnya pas start (mulai) nya udah ga enak di ujungnya makin ga enak, di tambah lagi pas mata pelajaran matematika, pastinya butuh konsentrasi lebih kan?,” pungkasnya.