by

Dugaan Sunat Dana PIP, Ersyad: Siswa Jadi Sapi Perah

Publikasi Pusat Data dan Analisa Ekspos Jabar terkait dugaan penyunatan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) oleh oknum sekolah di Kota Bandung, membuat seorang praktisi Pendidikan M Ersyad Muttaqien angkat bicara. Menurutnya, di dalam pendidikan, harus memiliki tiga nilai. Yaitu nilai sistem, nilai keadilan dan nilai kemanusian.

Ersyad, yang juga berprofesi sebagai Dosen Fisip Unpas memamparkan, nilai sistem yang di maksud adalah, pendistribusian, kebijakan, anggaran, ide, dan gagasan. Ini harus disusun secara sistematis, secara runut dan akar rumput.

“Akar rumput itu, anak didik, orang tua murid, guru dan semua stakeholder yang ada di dunia pendidikan. Itu yang di maksud dengan nilai sistemnya” ucap Ersyad secara ekslusif Ekspos Jabar, Selasa (24/04).

Dosen yang juga Sekretaris Yayasan Pendidikan Karya Madani tersebut menambahkan, nilai keadilan yaitu bernilai sama rata sama rata. “Tidak ada sekat antara, ekonomi, sosial, suku, budaya, agama dan lain hal,” ungkapnya.

“Jadi penyelenggara pendidikan harus melaksanakan amanah konstitusi. Yaitu berkeadilan setinggi tingginya. Yakni berkeadilan setinggi-tingginya,” tegasnya.

“Siswa yang semestinya mendapatkan anggaran biaya dari negara, itu dipotong. Saya pikir itu secara sistem udah gugur. Harus utuh, tidak boleh ada pungli atau potongan. Karna sudah berdasarkan sistem yang berlaku,” ujarnya.

Oknum sekolah atau dinas terkait, lanjut Ersyad, jangan menganggap siswa dan, atau orang tua siswa sebagai sapi perah. Jangan anggap mereka seperti pekerja yang mampu menghasilkan uang untuk sekolah dengan memanfaatkan program-program pemerintah.

“Terutama kasus PIP ini, jangan ada mindset pejabat atau dinas dinas terkait, melihat anak didik sebagai sapi perah yang bisa meningkatkan keuangan dan keuntungan pribadi,” ujarnya.

Ersyad meghimbau, dalam mengelola anggaran dan kebijakan pemerintah. Disdik Jabar harus mengandung tiga unsur tadi. Sistem bagus, keadilan di tegakkan, dan nilai-nilai kemanusian dijalankan.

“Kalau tiga unsur tadi di terapkan, niscaya dunia pendidikan kita pasti sehat dan bisa menghasilkan manusia-manusia unggulan,” pungkasnya.