by

Tertimpa Tenda, Rumah Sakit Tolak BPJS Petugas KPPS

Salah satu anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 112 Slamet (46) , RT005 RW014, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mengalami insiden kecelakaan saat dirinya hendak membongkar tenda sehabis pemilu 2019 telah sukses diselenggarakan di wilayah setempat. Ia mengalami luka cukup parah dibagian paha kanan bahkan pengobatannya di rumah sakit ditanggung sendiri tidak ada sepeserpun dari penyelenggara pemilu atau pemerintah daerah setempat.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petugas keamanan disalah satu pabrik di Kota Bekasi tersebut mengatakan insiden itu terjadi saat dirinya bersama rekan-rekan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang lain, membongkar tenda pada Kamis (18/4) sore.

“Kurang lebih jam 4 kurang kejadiannya, saya bersama KPPS yang lain membongkar tenda, saat hendak membongkar menggunakan tangga, namun saat naik kondisi tenda tidak sejajar kemudian tangga tidak seimbang sehingga saya terjatuh lalu pada bagian paha saya sebelah kanan tersangkut cantolan stake tangga, hingga mengalami luka robek ini, kedalaman luka cukup parah,” katanya, Senin (21/4/2019).

Ia mengatakan, setelah kejadian tersebut dirinya dilarikan ke RS Seto Hasbadi Seroja oleh rekan-rekan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), namun sesampainya, pihak rumah sakit menolak penggunaan BPJS Kesehatannya.

“Sebelum dilakukan penanganan oleh rumah sakit pihak keluarga mempertanyakan pengobatannya apakah bisa menggunakan BPJS, namun dari rumah sakit tersebut menolak, karena itu termasuk kecelakaan diluar tenaga kerja, karena luka saya yang benar-benar serius sehingga saya harus menggunakan dana pribadi sebesar 12 juta lebih, saya masuk UGD lalu dioperasi, sebab apabila tidak langsung secepatnya ditangani takutnya ada infeksi dan terjadi pembusukan, itu sangat fatal” tuturnya.

Menurut Slamet, akibat insiden kecelakaan tersebut dirinya hanya bisa terbaring di ruang tamu rumahnya bahkan setiap harinya masih harus ditangani oleh tim operasi bedah di rumah sakit tersebut.

“Ya kondisinya masih terbaring saja, kalau bosan tiduran ya duduk cuma sampai saat ini belum bisa berdiri mengingat luka sobek yang saya alami cukup parah, sekarang masih ditangani oleh tim operasi bedah setiap harinya untuk dilakukan pengecekan untuk menggantikan perban,”terangnya.

Lebih lanjut Slamet memaparkan, sejauh ini belum ada pihak manapun seperti penyelenggara pemilu ataupun pemerintah daerah untuk menanggung biaya pengobatan yang dikeluarkan pihaknya sebesar 12 juta tersebut.

“Saya sendiri sudah mengabarkan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Bahagia namun sejauh ini belum ada kabar terkait apakah akan diganti biaya yang saya tanggung ini oleh penyelenggara pemilu, saya pun berharap agar penyelenggara pemilu serta pemerintah ada perhatiannya ke saya terkait insiden ini,”tandasnya.